gerunds

Gerunds

Gerunds atau verbals atau verbal nouns adalah kata kerja berbentuk ing yang dipakai sebagai kata benda.
A. Bentuk
Gerund dibentuk dari : kata kerja + ing (V1 + ing)
Misalnya: smoking, shoping, hunting dan sebagainya.
Bentuk gerund adalah sama seperti bentuk present participle, dan keduanya merupakan bagian dari kata kerja. Perbedaannya gerund merupakan sejenis kata benda, tetapi present participle adalah semacam kata sifat. Oleh karena itu, meskipun serupa tetapi keduanya sangat berbeda dalam sifatnya.
Gerund mempunyai empat macam bentuk :
Tense
active
Passive
Present or continuous
Perfect
Doing

having done



being done

having been done
B. Sifat
Sifat ganda gerund:
Gerund merupakan part of speech ganda. Suatu kata benda dan kata kerja yang digabungkan. Oleh karena itu, kita harus menjelaskannya dalam tiap sifat ini :
1) Sebagai kata benda
2) Sebagai bagian kata kerja
C. Pemakaian
1) Karena gerund merupakan sejenis kata benda, maka ia dapat digunakan sebagai berikut :
a) Sebagai subjek untuk kata kerja.
Contoh:
Sleeping is necessary to life.
b) Sebagai objek untuk kata kerja.
Contoh:
I don’t like smoking.
c) Sebagai komplemen untuk kata kerja.
Contoh:
My chief delight is riding
d) Sebagai objek untuk preposisi
Contoh:
He gave up smoking.
2) Gerund dengan objek
Karena gerund adalah bagian kata kerja, ia dapat menggunakan objek di belakangnya.
a) Objek langsung.
Contoh:
He is clever at teaching mathematics (mathematics = objek langsung).
b) Objek tak langsung.
Contoh:
He is clever at teaching us mathematics (us = objek tak langsung).
c) Objek yang tetap dipertahankan dalam kalimat pasif.
Contoh:
She is pleased at being taught mathematics.
d) Objek yang artinya mirip dengan kata kerja itu sendiri.
Contoh:
She is proud of having sung a fine song.
e) Objek refleksif
Contoh:
She is in the habit of oversleeping herself.
3) Gerund dengan genitif
Kata benda atau kata ganti, asalkan menunjukkan orang atau binatang, haruslah dalam kasus genitif, bilamana kata benda atau kata ganti itu diletakkan di depan gerund.
Contoh:
I am pleased at your coming
Perhatikan :
a) Pemakaian gerund yang didahului kata benda atau kata ganti genitif yang berikut ini kadang-kadang terjadi :
Contoh:
This was a creative work of my doing.
b) Kadang-kadang huruf “a” diletakkan di depan gerund dalam pengertian preposisi. Di sini “a” merupakan perubahan atau singkatan dari preposisi on :
Contoh:
The man has gone a-hunting.
He has gone a-fishing.
4) Yang memiliki bentuk ing, selain gerund, masih ada present participle dan kata benda asli, haruslah kita bedakan dengan jelas.
a) A sleeping carriage (a carriage used for sleeping), di sini sleeping merupakan gerund.
b) A sleeping child (a child that is sleeping), di sini sleeping merupakan present participle yang dipakai sebagai kata sifat.
c) Rising early is good for health, di sini rising adalah kata kerja yang diterangkan kata keterangan early, merupakan gerund yang berfungsi sebagai subjek.
d) Early rising is good for health, di sini rising diterangkan oleh kata sifat early, dengan demikian rising adalah part of speech dan merupakan kata benda asli.
5) Gerund dalam bentuk present perfect:
Contoh:
He regrets having done so (he regrets that he has done or did so).
He regretted having done so (he regretted that he had done so).
Gerund dan bukan infinitive harus dipakai:
a) Sesudah preposisi atau ungkapan berpreposisi :
Without, etc + gerund
Contoh:
Do your work without speaking. Kerjakanlah pekerjaanmu tanpa berbicara.
Look forward to + gerund
Contoh:
I look forward to seeing you soon. Saya mengharapkan dengan senang hati menemui anda segera.
Instead of, etc + gerund
Contoh:
You had much better work instead of idling away your time. Sebaiknya Anda bekerja daripada buang-buang waktu.
b) Sesudah kata-kata yang secara tetap menggunakan preposisi :
Fond of + gerund
Contoh:
He is always fond of hunting. Ia selalu suka berburu.
Insist on + gerund
Contoh:
He insisted on going to Kudus. Ia bersikeras untuk pergi ke Kudus.
Object to + gerund
Contoh:
I object to smoking. Saya keberatan merokok.
Prevent from + gerund
Contoh:
I was prevented from going because of illness. Saya terhalang pergi karena sakit.
Succeed in + gerund
Contoh:
He succeeded in solving the problem. Ia berhasil memecahkan masalah itu.
Think of + gerund
Contoh:
I often think of going to France. Saya sering bermaksud pergi ke Perancis.
Tired of + gerund
Contoh:
I’m tired of eating foreign food every day. Saya bosan makan makanan asing tiap hari.
Used to + gerund
Contoh:
I’m used to getting up early. Saya biasa bangun pagi-pagi.
c) Sesudah katakata kerja tertentu
Avoid + gerund
Contoh:
We can’t avoid making mistakes. Kita tak dapat menghindari membuat kesalahan.
Can’t bear + gerund
Contoh:
He can’t bear being laughed at. Ia tak dapat tahan ditertawakan orang.
Can’t help + gerund
Contoh:
I can’t help laughing. Saya tak dapat menahan tertawa.
Catatan 1 :
Cannot help dan cannot but mempunyai arti yang sama tidak dapat menahan, tetapi pemakaiannya berbeda. Cannot help diikuti oleh gerund tetapi cannot but diikuti oleh infinitive tanpa to.
Contoh :
I cannot but laugh.
Can’t stand + gerund
Contoh:
She can’t stand being laughed at. Ia tak tahan ditertawakan orang.
Delay + gerund
Contoh:
I delayed answering you owing to pressure of work. Saya menunda untuk menjawab anda karena sibuk.
Enjoy + gerund
He enjoys playing a game of football. Ia senang sekali bermain sepak bola.
Catatan 2 :
Kata-kata kerja yang berarti “to like” atau “to dislike” boleh diikuti infinitive atau gerund.
Contoh:
He likes reading English literature (he likes to read English literature). Ia suka membaca kesusastraan Inggris.
She dislikes swimming (he dislike to swim). Ia tak suka berenang
Escape + gerund
Contoh:
He narrowly escapeddrowning. Ia nyaris tenggelam.
Finish + gerund
Contoh:
I haven’t finished speaking. Saya belum selesai berbicara.
Catatan 3 :
Kata kerja yang berarti “to begin” diikuti oleh infinitive atau gerund.
Go on (= continue) + gerund
Contoh:
The rain went on falling all night. Hujan terus turun sepanjang malam.
Keep (on) + gerund
Contoh:
He was kept waiting a long time, but he kept his temper. Ia dibiarkan menunggu lama, tetapi ia menahan amarahnya.
Mind (= object to) + gerund
Contoh:
Would you mind shutting the window? berkeberatankah anda menutup jendela itu?
Miss + gerund
Contoh:
He narrowly missed getting killed. Ia nyaris terbunuh.
Postpone + gerund
Contoh:
I shall postpone writing till I learn full particulars. Saya akan menunda menulis surat sampai saya mendengar/mengetahui data yang lengkap.
Remember + gerund
Contoh:
I remember meeting you at the theatre. Saya ingat pernah menjumpai anda di dalam gedung bioskop.
Stop + gerund
Contoh:
My watch stopped ticking. Jam saya mati.
Understand + gerund
Contoh:
He understands managing his business. Ia mengerti bagaimana mengurus bisnisnya.
d) Sesudah kata-kata sifat tertentu
Busy + gerund
Contoh:
I am busy writing letters. Saya sibuk menulis surat.
Worth + gerund
Contoh:
This book is worth reading. Buku ini patut dibaca
e) Sesudah ungkapan-ungkapan tertentu
It is no use + gerund
Contoh:
It’s no use begging like a beggar. Tak ada gunanya meminta-minta seperti orang minta-minta.
It is no good + gerund
Contoh:
It’s no good getting angry at once. Tak ada gunanya segera menjadi marah.
There is no + gerund
Contoh:
There’s no getting around it. Hal itu tak dapat dielakkan.
There is no harm in + gerund
Contoh:
There’s no harm in trying. Tak ada ruginya bila mencoba.
Have the pleasure of + gerund
Contoh:
I had the pleasure of meeting him. Saya senang sekali bertemu dengannya.
Take pleasure in + gerund
Contoh:
He takes pleasure in visiting the sick. Dengan senang hati ia mengunjungi orang sakit.
To be interested in + gerund
Contoh:
He was interested in learning more about my work. Ia berminat belajar lebih banyak tentang pekerjaanku.
To be ashamed of + gerund
Contoh:
The girl was ashamed of having been beaten in class by her brother. Gadis itu malu karena telah dipukul di kelas oleh saudara laki-lakinya.
Gerund dipakai pada papan tanda/ tulisan di dinding yang menyatakan suatu larangan, yaitu sesudah NO.
Contoh:
No, talking! dilarang berbicara!
No, passing! dilarang melintas!
No, smoking! dilarang merokok!
No, spitting! dilarang meludah! etc.
Dipakai dalam ungkapan
Contoh:
Seeing is believing. Kalau sudah melihat baru percaya.
D. Gerund sejenis kata benda abstrak
Gerund sebenarnya merupakan sejenis kata benda abstrak dan mempunyai arti yang sama seperti abstract noun atau seperti noun infinitive:
Gerund : Sleeping is necessary to health.
Abstract Noun : Sleep is necessary to health.
Noun infinitive : To sleep is necessary to health.
Ketiga kalimat tersebut di atas semuanya berarti suatu hal yang sama yaitu tidur perlu untuk kesehatan.

Strategi Everyone Is A Teacher Here

Strategi Everyone Is A Teacher Here yaitu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa, dan dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pembelajaran pada berbagai mata pelajaran, khususnya mencapaian tujuan yaitu meliputi aspek: kemampuan mengemukakan pendapat, kemampuan menganal masalah, kemampuan menuliskan pendapat-pendapatnya (kelompoknya) setelah melakukan pengamatan, kemampuan menyimpulkan, dan lain-lain.
Dalam Strategi Everyone Is A Teacher Here terdapat tujuh prinsip pokok yang harus diterapkan oleh seorang guru dalam hal strategi pengajaran, yaitu:
  1. Mengetahui motivasi, kebutuhan, dan minat anak didiknya
  2. Mengetahui tujuan pendidikan yang sudah diterapkan sebelum pelaksanaan pendidikan
  3. Mengetahui tahap kematangan (maturity), perkembangan, serta perubahan anak didik
  4. Mengetahui perbedaan-perbedaan individu anak didik
  5. Memperhatikan pemahaman dan mengetahui hubungan-hubungan, dan kebebasan berfikir
  6. Menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik
  7. Menegakkan contoh yang baik (uswatun hasanah), sehingga tujuan penerapan strategi ini adalah membiasakan peserta didik untuk belajar aktif secara individu dan membudayakan sifat berani bertanya, tidak minder dan tidak takut salah.
Uraian tersebut di atas, menunjukkan bahwa fungsi strategi pendidikan adalah mengarahkan keberhasilan belajar dan memberikan kemudahan kepada anak didik. Sedangkan, tugas utamanya adalah mengadakan aplikasi prinsip-prinsip psikologis dan pedagogis agar anak didik dapat menghayati, mengetahui, dan mengerti materi yang diajarkan. Selain itu, tugas utama dalam strategi tersebut adalah membuat perubahan tingkah laku, sikap, minat anak didik kepada perubahan yang nyata.
Penerapan strategi Everyone Is A Teacher Here dimulai dari guru untuk mempersiapkan bahan pengajaran, berupa “bacaan” sesuai dengan Pokok Bahasan atau materi yang akan diajarkan. Penerapan strategi tersebut digunakan model strategi sebagai berikut:
  1. Bagikan kertas kepada setiap peserta didik dan mintalah mereka untuk menuliskan sebuah pertanyaaan tentang materi dan mintalah mereka untuk menuliskan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang telah atau sedang dipelajari, atau topik khusus yang ingin mereka diskusikan dalam kelas.
  2. Kumpulkan kertas-kertas tersebut, dikocok dan dibagikan kembali secara acak kepada masing-masing peserta didik dan diusahakan pertanyaan tidak kembali kepada yang bersangkutan.
  3. Mintalah mereka membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing-masing sambil memikirkan jawabannya.
  4. Undang sukarelawan (volunter) untuk membacakan pertanyaan yang ada di tangannya (untuk menciptakan budaya bertanya, upayakan memotivasi siswa untuk angkat tangan bagi yang siap membaca tanpa langsung menunjuknya).
  5. Mintalah dia memberikan respon (jawaban/penjelasan) atas pertanyaan atau permasalahan tersebut, kemudian mintalah kepada teman sekelasnya untuk memberi pendapat atau melengkapi jawabannya.
  6. Berikan apresiasi pujian terhadap setiap jawaban/tanggapan siswa agar termotivasi dan tidak takut salah.
  7. Kembangkanlah diskusi secara lebih lanjut dengan cara siswa bergantian membacakan pertanyaan di tangan msing-masing sesuai waktu yang tersedia.
  8. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
Dengan demikian, melalui Strategi Everyone Is A Teacher Here tersebut, hasil yang diharapkan adalah:
  1. Setiap diri masing-masing siswa berani mengemukakan pendapat (menyatakan dengan benar) melalui jawaban atas pertanyaan yang telah di buatnya berdasarkan sumber bacaan yang di berikan
  2. Mampu mengemukakan pendapat melalui tulisan dan menyatakannya di depan kelas
  3. Siswa lain, berani mengemukakan pendapat dan menyatakan kesalahan jawaban dari kelompok lain yang disanggah
  4. Terlatih dalam menyimpulkan masalah dan hasil kajian pada masalah yang dikaji.
Kepustakaan:
Mulyasa, E. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ismail, 2008. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang: RaSAIL Media Group

strategi pembelajaran card short

Metode Card Sort
1.        Pengertian Metode Card Sort
Dalam Bahasa Arab istilah yang sering dipakai untuk menunjuk kata metode adalah thariqah. Metode adalah rencana menyeluruh penyajian bahasa secara sistematis berdasarkan pendekatan yang ditentukan.[1] Metode adalah cara yang teratur dan sitematis untuk mencapai tujuan, cara-cara yang dilaksanakan untuk mengadakan interaksi belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik. Karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi edukatif, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian, metode pembelajaran merupakan alat untuk menciptakan proses belajarmengajar.[2]
Menurut Winarno Surahmad menegaskan bahwa metode pengajaran adalah cara, yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Makin baik metode yang diterapkan, maka makin efektif pencapaian tujuan. Sedangkan untuk menetapkan apakah sebuah metode dapat disebut baik diperlukan patokan yang bersumber dari beberapa faktor yang di antaranya adalah tujuan yang akan dicapai dan yang merupakan faktor utama.
Adapun yang dimaksud metode pengajaran menurut Abu Bakar Muhammad adalah sebagai suatu aturan yang dilalui oleh guru di dalam menyampaikan pelajarannya, agar dapat sampai pengetahuan itu kepada pikiran siswa dengan bentuk yang baik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Metode dalam pembelajaran banyak sekali jenisnya, karena metode dipengaruhi oleh beberapa faktor:
1) Tujuan yang beragam jenis dan fungsinya
2) Peserta didik yang beragam tingkat kematangannya
3) Situasi yang beragam keadaannya
4) Fasilitas yang beragam kualitas dan kuantitasnya
5) Pribadi guru serta kemampuan profesionalnya yang berbeda-beda
Metode Pengajaran merupakan bagian dari strategi pengajaran. Metode Pengajaran dipilih berdasarkan dari atau dengan pertimbangan jenis strategi pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Begitu pula metode merupakan bagian yang integral dengan sistem pengajaran maka perwujudannya tidak dapat dilepaskan dengan komponen sistem pengajaran yang lain. Hal ini berarti pula bahwa di dalam memilih metode yang akan dioperasikan dalam interaksi belajar mengajar, senantiasa dengan mempertimbangkan komponen sistem pengajaran yang lain.
Para pendidik (guru) harus memilih metode pengajaran yang setepattepatnya, yang dipandang lebih efektif dari pada metode-metode lainnya, sehingga kecakapan dan pengetahuan yang diberikan oleh guru itu benar-benar menjadi milik siswa.
Jadi jelaslah bahwa metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan, makin tepat metodenya diharapkan makin efektif pula pencapaian tujuan tersebut. Penggunaan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar sangat mempengaruhi hasil yang ingin dicapai. Jadi antara metode dan materi yang disampaikan harus ada keserasian. Apabila antara keduanya terjadi kesenjangan maka tujuan yang dicita-citakan tidak akan tercapai. Dengan demikian metode menempati peranan yang penting dan sangat bermanfaat dalam proses belajar mengajar. Untuk itu metode harus mendapatkan perhatian dari para pendidik.
Dalam penggunaan metode selain kesesuaian dari materi seorang guru harus menyesuaikan dengan kondisi dan suasana kelas, jumlah kelas. Demikian juga tingkat intelektual, perbedaan kesanggupan dan kecepatan. Ada enam unsur dasar dari suatu metode, antra lain:
a.      Authority, yaitu adanya semacam dari seorang guru, membuat murid yakin dan percaya pada dirinya sendiri.
b.     Infantilisasi, murid seakan-akan seperti anak kecil yang menerima "authority" dari guru. Ilmu masuk tanpa disadari seperti apa yang dialami oleh seorang anak kecil.
c.      Dual komunikasi, yaitu komunikasi verbal dan non verbal yang berupa rangsangan semangat dari keadaan ruangan dan dari kepribadian seorang guru.
d.     Intonasi, guru menyajikan materi pelajaran dengan tiga intonasi yang berlainan.
e.      Rhythm, yaitu pelajaran membaca dilakukan dengan irama, berhenti sejenak di antara kata-kata dan rasa yang disesuaikan dengan nafas irama dalam.
f.       Keadaan Pseudo-Passive, keadaan murid rileks tetapi tidak tidur sambil mendengar irama music.[3]
Metode Card Sort (Mensortir kartu) yaitu suatu strategi yang digunakan pendidik dengan maksud mengajak peserta didik untuk menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran.[4]
2.        Prosedur penerapan metode card sort
Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang jenuh dan bosan.[5] Adapun langkah-langkah penerapan metode card sort antara lain:
a.      Bagikan kertas yang bertuliskan informasi atau kategori tertentu secara acak.
b.     Tempelkan kategori utama di papan atau kertas di dinding kelas.
c.      Mintalah peserta didik untuk mencari temanya yang memiliki kertas/ kartu yang berisi tulisan yang sama untuk membentuk kelompok dan mendiskusikannya.
d.     Mintalah mereka untuk mempresentasikannya.[6]
Sedangkan Menurut Dedi Wahyudi Penerapan strategi (metode) belajar card sort dengan langkah-langkah atau prosedur yang dilakukan, sebagai berikut:
a.      Langkah pertama, guru membagikan selembar kartu kepada setiap siswa dan pada kartu tersebut telah dituliskan suatu materi. Kartu tersebut terdiri dari kartu perhuruf.
b.     Langkah kedua, siswa diminta untuk mencari teman (pemegang kartu) yang sesuai dengan masalah yang ada pada kartunya untuk satu kelompok.
c.      Langkah ketiga, siswa akan berkelompok dalam satu mufrodat atau masalah masing-masing.
d.     Langkah keempat, siswa diminta untuk menempelkan di papan tulis bahasan yang ada dalam kartu tersebut berdasarkan urutanurutan bahasannya yang dipegang kelompok tersebut.
e.      Langkah kelima, seorang siswa pemegang kartu dari masingmasing kelompok untuk menjelaskan dan sekaligus mengecek kebenaran urutan per-huruf dalam satu mufrodat.
f.       Langkah keenam, bagi siswa yang salah mencari kelompok sesuai bahasan atau materi pelajaran tersebut, diberi hukuman dengan mencari judul bahasan atau materi yang sesuai dengan kartu yang dipegang.
g.      Langkah ketujuh, guru memberikan komentar atau penjelasan dari permaianan tersebut.
3.        Tujuan Menggunakan Metode Card Sort
Tujuan dari strategi dan metode belajar menggunakan card sort ini adalah untuk mengungkapkan daya ingat terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa.
4.        Hal- Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penggunaan Card Sort
Hal-Hal yang harus diperhatikan dalam prosedur penggunaan metode card sort antara lain :
a)     Kartu-kartu tersebut jangan diberi nomor urut
b)     Kartu-kartu tersebut dibuat dalam ukuran yang sama
c)      Jangan memberi “tanda kode” apapun pada kartu-kartu tersebut
d)     Kartu-kartu tersebut terdiri dari “beberapa bahasan” dan dibuat dalam jumlah yang banyak atau sesuai dengan jumlah siswa,
e)      Materi yang ditulis dalam kartu-kartu tersebut, telah diajarkan dan telah dipelajari oleh siswa. Metode ini dapat mengaktifkan siswa yang kelelahan. Metode dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam mempelajari materi yang bersifat konsep, karakteristik klasifikasi,fakta,dan mereview materi.



[1] Suja'i, ''Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab", (Semarang: Walisonggo Press, 2008), hlm.31
[2] Departemen Agama RI, ”Metodologi Pendidikan Agama Islam”, (Jakarta:Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam, 2002), hlm. 88
[3] Azhar, Arsyad, "Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya (Beberapa Pokok Pikiran)" (Makasar: Pustaka Pelajar, April. 2002, ) hlm.24.
[4] A.Fatah Yasin, "Dimensi-dimensi Pendidikan Islam", (Malang: UIN PRESS, 2008), hlm.185
[5] Hisyam, Zaini, "Strategi Pembelajaran Aktif di Perguran Tinggi", (Yogyakarta: PT.CTSD, 2002), hlm.30
[6] Ibid
Digunakan utk membangun kolaborasi siswa, mempelajari  konsep, karakteristik klisifikasi, fakta tentang obyek , atau mereviu  informasi.  Gerakan fisik yang dominan, shg  dapat membantu mendinamisasi kelas yang kelelahan.

Prosedur:

  1. Kartu indeks yang berisi informasi atau contoh yang tercakup ­satu atau lebih kategori dibagikan kepada setiap siswa. Contoh: karakteristik hadis sahih; rukun iman
  2. Siswa diminta untuk bergerak & berkeliling di dlm kelas utk menemukan kartu dg kategori yang sama. 
  3. Siswa dengan kategori yang sama diminta mempresentasikan kategori masing-masing di depan kelas
  4. Seiring dg presentasi dari tiap-tiap kategori tsb, siswa­ diberi butir-butir penting berkaitan dengan materi pembelajaran. 
- See more at: http://rouf-artikel.blogspot.com/2012/12/strategi-pembelajaran-card-short.html#sthash.toBwq110.dpuf
Digunakan utk membangun kolaborasi siswa, mempelajari  konsep, karakteristik klisifikasi, fakta tentang obyek , atau mereviu  informasi.  Gerakan fisik yang dominan, shg  dapat membantu mendinamisasi kelas yang kelelahan.

Prosedur:

  1. Kartu indeks yang berisi informasi atau contoh yang tercakup ­satu atau lebih kategori dibagikan kepada setiap siswa. Contoh: karakteristik hadis sahih; rukun iman
  2. Siswa diminta untuk bergerak & berkeliling di dlm kelas utk menemukan kartu dg kategori yang sama. 
  3. Siswa dengan kategori yang sama diminta mempresentasikan kategori masing-masing di depan kelas
  4. Seiring dg presentasi dari tiap-tiap kategori tsb, siswa­ diberi butir-butir penting berkaitan dengan materi pembelajaran. 
- See more at: http://rouf-artikel.blogspot.com/2012/12/strategi-pembelajaran-card-short.html#sthash.toBwq110.dpuf

strategi aktive learning

Strategi Reading Guide (Panduan Membaca)

Dalam strategi reading guide ini, peserta didik akan diajak aktif dalam pembelajaran. Karena peserta didik nantinya akan diberikan kesempatan untuk membaca materi yang akan diajarkan. Strategi ini baik digunakan disebabkan peserta didik akan merasakan langsung melalui membaca dengan keras sementara peserta didik lainnya dapat memperhatikan. Strategi ini dapat dikatakan efektif dalam pembelajaran karena pada strategi ini guru dapat mengawasi semua peserta didik yang sedang membaca dan mendengarkan kemudian setelah semua materi telah dibacakan peserta didik diminta untuk mengertjakan soal yang telah tersedia paa bacaan tersebut.

Langkah-langkah strategi reading guide

1. Tentukan bacaan yang akan dipelajari
2. Buat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh peserta didik atau kisi-kisi dan boleh juga bagan  atau skema yang dapat diisi olehmereka dari bahan bacaan yang telah dipilih tadi.
3. Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisinya kepada peserta didik.
4. tugas peserta didik adalah mempelajari bahan bacaan dengan menggunakan pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Batasi aktifitas ini sehingga tidak akan memakan waktu yang berlebihan.
5. Bahas pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawabannya kepada peserta didik.
6. Klarifikasi atau memberikan ulasan secukupnya.

cara mendapatkan pulsa secara gratis


Kali ini saya membahas tentang tutorial Cara Mendapatkan Pulsa Gratis mCent, tentunya bagi kalian yang malas membeli pulsa kesana-kesini untuk membeli pulsa yang mahal-mahal bisa mencapai 50.000 bahkan ratusan ribu,kalau menggunakan bisnis online ini jadi gampang dan bermanfaat anda hanya perlu pasang iklan reffral dari situs mcent ini ke teman-teman kalian seperti facebook,twitter,email,mig33, dll dan buat mereka mendaftar juga dan saldo anda jadi menaik sebesar 2000 dan terus berikan iklan kepada banyak teman hingga saldo anda menjadi 4.000 untuk pengisian pulsa secara gratis cocok untuk semua operator, dan dapatkan pulsa sebesar 50.000 banyak kan?!,tunggu apa lagi langsung aja mendaftar di mcent kabar ini bukan hoax,spam,penipu bahkan tidak membayar pulsa bahkan sebaliknya asli dan terbukti yang lain telah membuktikannya termasuk saya juga sekarang giliran kalian Yang pertama pastinya anda harus terdaftar di situs survey mCent, ikuti langkah dibawah ini :
Silahkan anda daftar Klik Disini.
Masukan nomor hapemu harus diawali kode negara ( 62 untuk indonesia ) tanpa tanda +. Klik bergabunglah sekarang. Kemudian anda akan diminta memasukan kode/nomer konfirmasi yang dikirimkan ke no hpmu.
Tunggu sms konfirmasi pengaktifan yang dikirim ke nomor hape yang kamu daftarkan.
Kemudian masukan kode tersebut ke alamat yg tadi atau bisa langsung Klik link yang ada di sms tersebut.
Isi data-data pendaftaran yang diminta, seperti pasword, nama, email, dll.
Selamat anda sudah sukses terdaftar secara gratis di situs survey mcent.

Langkah berikutnya adalah mengikuti segala penawaran yang diberikan oleh situs survey mCent untuk anda mendapatkan pulsa gratis.
Oh ya, Tutorial ini hanya bisa dilakukan di OS Android (Ingat)

Sekian Informasi Yang saya dapat sampaikan,